Translate

Jumat, 25 Mei 2012

Puisi



LENSA HIDUP
Oleh
Kadek linda erma wati
Berkerut dahi mudaku
Kusut dan keringnya rambutku
Mungkin pertanda telah surutnya sel-sel otakku
Telah kusibak rongga-rongga tengkorak
Untuk membenahi persepsi
Tapi yang tampak setetes nanah busuk.
Mengembang jantungku
Menganga lebar birahiku, saatku terinspirasi
Namun, setetes tuban mematahkan tunas itu.
Bertanya uratku pada urat nadi
Apa yang akan terjadi jika aku berhenti beredar?
Hanya dharma menguak segala itu dengan bhatin sang kala.
Aku direnggut oleh musuh yang mendarah daging dalam tubuh rapuhku
Tak ingin kuhempaskan
Memang nyaman musuh itu memberlakukanku
Tanpa sadar bara api telah tertumpah ruah dihadapanku
Aku dilema!
Nafsu angkara, aku murka dengan dirimu
Tapi, kenapa kau tetap melekat kuat dijiwatmanku.



MUTU PENDIDIKAN DALAM BALUTAN KECURANGAN


Oleh Kadek Linda Erma Wati


Pendidikan pada hakikatnya merupakan salah satu usaha sadar yang diselenggarakan bersama oleh masyarakat, keluarga, dan pemerintah untuk menciptakan anak-anak yang berilmu pengetahuan. Berdasarkan UU  No. 2 tahun 1989, pasal 10 dinyatakan bahwa penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui dua jalur yaitu jalur sekolah dan jalur nonsekolah. Kedua jalur ini memiliki peranannya masing-masing. Jalur nonsekolah bergerak pada lingkup pengembangan sikap, kepribadian dan jati diri, namun jalur sekolah selain berperan sebagai lembaga pembentuk jati diri sekolah juga sebagai tempat menuntut ilmu pengetahuan.
Pendidikan pada jalur formal sangat penting diikuti bagi anak-anak bangsa untuk memenuhi kebutuhan akademik mereka. Dewasa ini, di pelosok desa pun sudah hampir banyak sekolah didirikan. Pemerintah menggencarkan pada bidang pendidikan. Bahkan tidak tanggung-tanggung Kementrian Pendidikan Indonesia dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia sebagai salah satu programnya menaikan standar kelulusan siswa pada ujian akhir pada seluruh satuan pendidikan.
Apakah iya dengan meningkatkan stadar kelulusan, akan meningkatkan mutu pendidikan? Sayangnya fakta yang bergeming malah sebaliknya, pendidikan tidak bermutu lagi. Bagaimana tidak? Siswa merasa agar mereka  bisa mencapai standar kelulusan tidak lagi jujur melainkan menghalalkan segala cara. Bahkan sudah menjadi rahasia umum mengenai kecurangan dalam ujian-ujian akhir yang diselenggarakan di sekolah-sekolah.
Ujian nasional salah satu penentu kelulusan siswa dari sebuah satuan pendidikan memiliki peranan yang paling besar. Tidak mengherankan apabila siswa berani merogoh kocek hingga jutaan hanya untuk mendapat kunci jawaban atau hanya sekedar soal. Pihak sekolah pun yang tidak mau mendapat malu menghalalkan cara-cara yang curang untuk mendapatkan kelulusan siswa 100%. Sangat memprihatinkan hasil dari kediktatoran pemerintah pusat yang menangani pendidikan. Keberhasilan yang diharapkan malah menjadi sebaliknya, atau kata lain keberhasilan dalam melakukan kecurangan.
Semestinya hal-hal seperti ini tidak berlanjut sampai waktu yang sangat lama seperti sekarang ini. Pertimbangan lebih mendalam perlu dilakukan oleh pengambil kebijakan. Program meningkatkan pendidikan harusnya memperhatikan terlebih dahulu komponen pendidikan itu sendiri. Memeratakan perlengkapan fasilitas belajar pada seluruh sekolah jangan hanya memeratakan standar kelulusan pada seluruh sekolah. Proses pembelajaran lebih penting dibandingkan hasil. Sebuah proses yang berhasil pasti akan diikuti dengan hasil yang memuaskan tetapi proses yang kurang sudah pasti hasilnya pun kurang.
Pengambil kebijakan perlu mengetahui terlebih dahulu masalah-masalah pada setiap proses pembelajaran. Pengambil kebijakan juga seharusnya memecahkan terlebih dahulu masalah-masalah yang ada. Setelah segalanya terpenuhi maka dapat dipastikan pendidikan dengan sendirinya akan bermutu dan dapat berguna bagi kemajuan Negara ini.


Revolusi Pesona Pergerakan Mahasiswa

oleh Kadek Linda Erma Wati
          Mahasiswa merupakan julukan bagi pelajar tingkat perguruan tinggi dan diidentikkan pada pemuda-pemudi yang berintelek, kritis serta realistis. Dari masa ke masa mahasiswa sangan banyak memberi sumbangsihnya pada Negara. Mulai dari sistem pemerintahan hingga birokrat yang masih amburadul.
Di Indonesia, mahasiswa mempunyai peranan penting dalam sejarah kebangsaan dan perjalanan demokrasi. Cita-cita kemerdekaan sebelum proklamasi dibacakan, semangat yang tinggi ditunjukan oleh kaum pemuda. Kemudian pergerakan mahasiswa yang mulai dikenal oleh masyarakat luas dengan pesona-pesona perjuangan yaitu paska proklamasi. Meskipun sebenarnya sebelum proklamasi, pergerakan pemuda sudah sangat berperan. Namun, belum digadrungi oleh kekhusunan pada mereka yang menandung julukan mahasiswa.
          Lantas siapa yang menjadi pijakan dan payung mahasiswa yang hendak melakukan pergerakan? Tidak sulit untuk menemukan wadah-wadah tersebut. Mulai dari zaman orde lama wadah berupa organisasi mahasiswa baik yang ada dalam kampus tempat mereka kuliah maupun di luar kampus begitu banyak. Bahkan untuk menjadi pemimpin masa depan, mahasiswa percaya bahwa tempat yang tepat untuk belajar yaitu dengan berorganisasi. Mereka yang memiliki jiwa kepemimpinan dan minat berorganisasi tidak akan menyia-nyiakan wadah semacam HMJ, himpunan mahasiswa jurusan. Ini merupakan salah satu kelembagaan mahasiswa yang melahirkan aktivis-aktivis ke tingkat organisasi lebih tinggi dalam kampus maupun di luar kampus. Seperti SMF, senat mahasiswa Fakultas bisa juga aktif pada Dewan Mahasiswa. Maka dari itu organisasi dijadikan wadah dan sekaligus payung pergerakan mereka di tingkat sosial.
          Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agent of change pada persoalan dan masalah yang menimpa bangsa kita. Dapat kita melihat kebelakang bahwa mahasiswa telah berulang kali mampu menggulingkan kekuasaan pemerintah yang tidak sesuai dengan cita-cita masyarakat pada kaum mahasiswa sebagai elit masyarakat yang mampu memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi bangsa kita.
         Dalam megaspirasikan sebundal problem yang sedang mengambang di permukaan masyarakat kita, biasanya mahasiswa yang peka dan tidak mau tinggal diam. akan melakukan suatu tindakan seperti halnya berdemonstrasi. Demonstrasi merupakan cara yang praktis untuk menyampaikan unek-unek, keidakpuasan atau ketidaksedugaan kita dengan kebijakan-kebijakan dari pemerintah. Maka tidak perlu diherankan, jika setiap demostrasi pasti diadakan di tempa-tempat birokrasi kemasyakatan.
         Masalah pada kehidupan masyarakat yang dicampuri oleh politik sampai kapanpun tidak akan pernah pupus, selalu mengembang bahkan hamper tak terkedalikan. Itulah yang mengharuskan setiap generasi mahasiswa harus melahirkan aktivis yang memiliki keberanian dan ketangkasan dalam menghadapi setiap problem masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu menyampaikan aspirasi rakyat yang tidak sesuai dengan apa yang menjadi kebijakanpemerintah. Aktivis sangat diidentikkan dengan yang namanya demonstrasi, karena demonstrasi diadakan oleh aktivis pergerakan mahasiswa agar pemegang pemerintahan dan pembuat kebijakan tahu bahwa masyarakat tidak setuju atau masyarakat tidak menfdapatkan dari apa yang seharusnya mereka dapatkan.
         Demonstrasi sangat berkaitan dengan organisasi atau kelembagaan khsusnya yang digandrungi oleh mahasiswa setiap pergerakan yang didasari rasa peduli pada aplikasi kebijakan pemerintah, yang tidak membuahkan hasil dikuatkan oleh organisasi atau kelembagaan mahasiswa yang dipercaya akan membuahkan hasil yang manis. Karena oarng atau subjek dari lembaga tersebut adalah mahasiswa. Orang yang berjiwa muda dengan pemikiran yang kritis serta realistis.
         Mahasiswa tidak dapat melepaskan diri dari organisasi dan telah disandangkan title pemuda kritis dan tanggap terhadap persoalan masyarakat. Itulah yang membuat sebagian mahasiswa di luar mahasiswa apaits akan merasa jera jika berdiam diri di tengah problem yang begitu banyak yang tengah dihadapi masyarakat kita pada umumya. Mereka akan berjuang menyampaikan apa yang menjadi unek-unek mereka.
Lantas apa yang sebaiknya kita nostalgiakan dari perjuangan mahasiswa ? mari kita Flash Back, kita lihat perjuangan pemuda-pemudi bangsa kita. Mulai dari masa proklamasi pemuda sudah menampakkan sumbangsihnya. Mereka memegang peranan yang penting dari perjuangan menuju kemerdekaan khusus untuk pemuda yang bertitel mahasiswa juga memiliki banyak sejarah perjuangan dan pergerakan yang mempesona dan patut dikenang untuk menginspirasi mahasiswa sekarang dalam menggencarkan aksi.
        Demonstrasi mahasiswa tahun 1966, di era ini mahasiswa yang diwadahi oleh KAPPI dan KAMI memiliki cirri tersendiri. di era ini aksi pergerakan mahasiswa tidak pernah disangka akan melahirkan hal baru yang sangat sulit dipercaya akan bisa diatasi isi dari aksi demonstrasi mahasiswa di masa ini yaitu lebih pada tiga hal pokok, penurunan harga dan pembubaran PKI serta pergantian cabinet kepemerintahan yang kurang efisien dan tidak berkualitas. Ketiga hal tersebut terkenal dengan istilah tritura yaitu tiga tuntutan rakyat dan ternyata dimasa ini pula pergerakan mahasiswa mampu menjengserkan rezim Soekarno yang dicap kekiri-kirian . sebagai puncak ketidak puasan masyarakat pada masa itu mahasiswa melakukan demonstrasi besar-besaran di kota Jakarta yang massanya tergabung dari beberapa lembaga dan organisasi mahasiswa.
        Pesona yang indah membumbung di hati para  insan muda dan tua dengan hasil dari sebuah pergerakan pada saat tahun 1966. Sehingga pada masa itu dengan keberhasilan yang memukau disebut dengan angkatan 66. Kepercayaan yang luar biasa telah diperoleh oleh mahasiswa pada masa itu dengan perjuangan mengorbankan sebagian hidup mereka tanpa mengharap pujian. Tapi tulus dilakukan karena memang mereka merasa itu sudah tanggung jawab mereka.
Aksi luar biasa juga terjadi pada tahun 70-an. Kronologis dari aksi pergerakan kaum pemuda saat tahun 70an ini sangat menawan mahasiswa melakukan demonstrasi menyuarakan keantian terhadap korupsi, anti pembangunan TMII dan anti SPP sehingga menimbulkan beberapa peristiwa penting bahkan berimbas pada situasi kampus tempat para aktivis si penggagas ide bersimbiosis.
        Imbas yang merugikan mahasiswa dari beberapa peristiwa yaitu penghapusan lembaga dewan mahasiswa di kampus pelarangan masuknya ormas kampus ekstra universitas ke kampus. Hal ini dikarenakan agr para akademis seperti mahasiswa tidak terkontaminasi dengan politik yang dimana politik praksislah yang dilakukan mahasiswa pada itahun 70-an. Maka dengan perjuangan ini, mahasiswa berhasil merubah pembangunan pada masa itu. Dan tidak lain lagi angkatan 70-an menjadi nama angkatan pergerakan mahasiswa yang berlangsung pada tahun-tahun 70-an.
         Beranjak beberapa tahun setelah 70-an yaitu tahun 1980-an sampai 1990-an. Meskipun waktu mahasiswa lebih terampas oleh perkuliahan karena system kredit tetap saja aktivis-aktivis menyempatkan iuntuk mengintip ke luar kampus untuk menemukan beberapa titik masalah yang dihadapi masyarakat umum pada era ini, mahasiswa memperbaiki kelembagaan mahasiswa yang sempat terbengkalai karena model kuliah yang baru. Tugas rumah dan penelitian diberikan bertubi-tubi untuk mahasiswa.
Bila tahun 1990 khususnya mahasiswa memiliki peristiwa penting hasil dari demonstrasi oleh para aktivis dari kelembagaan-kelembagaan mahasiswa yang berupa pergerakan-pergerakan masa ini dicitrai oleh masyarakat umum adalah sebuah keberhasilan yang luar biasa. Demonstrasi yang dilakukan sebagai cara menyampaikan ketidakberdayaan ekonomi bangsa Indonesia, pemberantasan KKN turunkan harga, dan pembersihan cabinet kerja pemerintahan yang merupakan oknum birokrat yang amburadul digencarkan oleh mahasiswa bahkan Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun lamanya terlengser oleh mahasiswa-gaung demonstrasi ditabuhkan disetiap kota-kota besar pada masa ini, hingga tak terhelakan lagi. Orde barupun lengser.
         Tidak berhenti sampai disitu. Bahkan dengan kesibukan dari perkuliahan di kampus, tidak menyebabkan aktivis berdiam diri. Terbukti Abdurahman Wahid diturunkan dari kursi kepresidenannya oleh mahasiswa karena dianggap tidak mampu menciptakan iklim demokrasi yang sehat. Pada masa ini pesona pergerakan aktivis mahasiswa mulai memudar. Karena pada masa ini terjadi perpecahan menjadi dua kubu dalam membawa aspirasinya. Ada kubu pro Gusdur dan ada yang kontra.
Pesona gerakan mahasiswa,apakah  masih ada kita temukan tetesannya sekarang ? gerakan yang belum beranjak lagi dari kekritisan aksi yang berlandaskan ketulusan hati. Belum ada peristiwa yang berarti dari aksi-aksi yang dilakukan mahasiswa kita sekarang ini. Bahkan karena aksi yang anarki dan terkesan premanisme masyarakat. Tidak memberikan lagi dukungan pada pergerakan-pergerakan mahasiswa. Mungkinkah titik kejenuhan aktivis kita telah mencapai puncaknya. Lalu kira-kira solusi yang bagaimana kita berikan agar beranjak dari kejenuhan itu ?
          Suatu PR besar bagi yang masih peduli dengan pergerakan mahasiswa. Para aktivis harus lebih bijak pada waktu akan berdemonstrasi. Sehingga pesona perjuangan mahasiswa tempo doeloe bisa terpancarkan pula pada aktivis sekarang. Meskipun citra buruk sekarang telah dilekatkan oleh masyarakat. Mahasiswa harus memperbaiki dan mengoperasikan kembali kelembagaan-kelembagaannya untuk berdemonstrasi sehat bertindak agar mendapat citra yang baik dari masyarakat sehingga pesona perjuangan berevolusi di tempat yang indah selamanya.