LENSA HIDUP
Oleh
Kadek linda erma wati
Berkerut dahi mudakuOleh
Kadek linda erma wati
Kusut dan keringnya rambutku
Mungkin pertanda telah surutnya sel-sel otakku
Telah kusibak rongga-rongga tengkorak
Untuk membenahi persepsi
Tapi yang tampak setetes nanah busuk.
Mengembang jantungku
Menganga lebar birahiku, saatku terinspirasi
Namun, setetes tuban mematahkan tunas itu.
Bertanya uratku pada urat nadi
Apa yang akan terjadi jika aku berhenti beredar?
Hanya dharma menguak segala itu dengan bhatin sang kala.
Aku direnggut oleh musuh yang mendarah daging dalam tubuh rapuhku
Tak ingin kuhempaskan
Memang nyaman musuh itu memberlakukanku
Tanpa sadar bara api telah tertumpah ruah dihadapanku
Aku dilema!
Nafsu angkara, aku murka dengan dirimu
Tapi, kenapa kau tetap melekat kuat dijiwatmanku.