Assalamualaikum Wr.Wb.
Bapak kepala SMAN 1 Tinanggea yang saya hormati
Para dewan guru SMAN 1 Tinanggea yang saya hormati
Siswa SMAN 1 Tinanggea yang saya banggakan
Tak ada yang lebih mulia selain mrnghaturkan puja dan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat ddan hidayah-Nyalah kita diberi kesempatan untuk berkumpul diruang aula SMAN 1 tinanggea dalam keadaan baik.
Rasa bangga yang tak terhingga yang saya rasakan saat ini karena mendapat kesempatan berdiri dan berbicara dihadapan keluarga besar SMAN 1 Tinanggea. Kehadiran saya dihadapan rekan-rekan sekalian yang telah bersedia meluangkan waktunya adalah sebagai salah satu utusan mahasiswa cinta sehat yang sedang melaksanakan program kerja tahunannya yaitu sosialisasi. Dalam rangka berbagi pengetahuan yaitu khususnya mengenai bahaya rokok.
Rekan-rekan yang sama berbahagia,
Rokok bukanlah hal yang asing lagi ditelinga kita bahkan sudah sangat familiar bentuk dan wujudnya. Rokok pun dapat ditemukan dimana saja. Dan lebih disayangkan lagi sebagian orang menjasikan rokok sebagai kebutuhan primer yang harus mereka penuhi.
Ketahuilah rekan-rekanku sekalian,
Setiap kali menghirup rokok baik itu disengaja atau tidak sama dengan menghisap 4000 macam racun. Rook adalah pintu gerbang yang luas menuju ke dalam narkoba, lebih spesifiknya lagi rokok termasuk dari bagian narkoba. Penikmat rokok sebenarnya mengalami beberapa tahapan sehingga menjadi ketergantungan yaitu yang pertama, tahapan coba-coba atau eksperimen oleh seseorang akan efek dan rasaang diperoleh setelah mengisap rokok. Selanjutnya tahap coba-coba itu menjadi rutin dilakukan karena suatu zat yaitu zat nikotin yang member efek ketergantungan telah berpengaruh dan membuat orang itu kecanduan.
Ada hal penting yang perlu kita ketahui mengapa rokok Nampak menjadi momok yang sangat berbahaya. Rokok merupakan benda kecil yang mengandung beberapa jenis racun berdasarkan hasil penelitian WHO. Selain tembakau sebagai bahan dasar dari rokok terdapat beberapa bahan lain sebagai pelengkapnya yang sebenarnya tidak layak dikonsumsi. Seperti halnya amoniak, zat yang merupakan bahan pembersih lantai; karbondioksida yang merupakan zat buang dari knalpot; tar merupakan bahan pengeras jalan; nikoti merupakan pestisida; formalin merupakan zat yang kegunaannya untuk mengawetkan mayat; hydrogen sianida merupakan racun untuk hokum mati; dan masih banyak lagi.
Zat-zat yang saya sebutkan tadi semua terkandung dalam rokok. Sebelum rokok dibakar dan menghasilkan asap sudah beracun apalagi setelah menjadi asap. Zat-zat yang disebutkan tadi setelah dibakar akan berubah wujud. Seperti halnya tar setelah rokok dibakar tar akan berubah menjadi uap padan dan ikut langsung bersama asap yang langsung menuju ke dalam rongga mulut dan di dalam rongga mulut akan mengalami pendinginan dan berubah menjadi endaoan yang menempel pada gigi. Selanjutnya ada juga karbondioksida yang merupakan gas buang dari kealpot dan pembakaran manusia yang mengandung racun, apabila mengalami pembakaran akan berubah menjadi karbonmonoksida yang jika terhirup akan sangat berbahaya karena karbonmonoksida memiliki kecenderungan lebih cepat mengikat hemoglobin dibandingkan dengan oksigen. Tetapi mengedarkan kebgian tubuh sangat lambat sehingga menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Dan masih banyak lagi yang kesemuanya dapat menyebabkan timbulnya penyakit.
Rekan-rekanku yang sama berbahagia ,
Bahkan, ternyata hal-hal yang mengerikan itu bukan hanya diperoleh oleh perokok melainkan orang disekitar perokok itupun memiliki potensi yang lebih besar mendapatkan efeknya. Nah, inilah yang dikenal dengan istilah perokok pasif dan perokok aktif. Penting diperhatikan memisahkan perokok aktif dan perokok pasif.
Kesehatan sangat mahal harganya. Jadi, kita sebagai penerus bangsa yang ada dikalangan akademisi yang mampu lebih cepat memperoleh informasi yang berkaitan dengan kehidupan kita sehari-hari dan mampu membedakan hal-hal yang baik dan yang buruk. Sehingga jangan sampai kita menjamah rokok karena saya yakin rekan-rekan sekalian sudah tahu mengenai hal-hal yang berkaitan dengan rokok.
Indonesia Negara tercinta kita ini merupakan Negara yang termasuk pada tataran teratas sebagai pengonsumsi rokok terbesar di dunia setelah USA. Tanpa disadari hal ini menambah keterpurukan idonesia. Dan banyak investor asing yang berlomba-lomba untuk menanamkan modalnya membuka usaha mereka. Bahkan untuk mendapat izin mendirikan pabrik di Indonesia. Hal ini tetap berlangsung, tanpa kita temukan usaha-usaha serius dari pemerintah untuk memerangi rokok. Menjadikan pertanyaan besar dibenak kita semua. Tapi sebenarnya jawabannya cukup sederhana yaitu karena perusahaan rokoklah sebagai penyumbang panjak tertinggi di Negara kita sehingga dianggap mampu menambah devisa Negara dengan persentase yang cukup tinggi hingga mencapai empat puluh persen. Bahkan dibentengi dengan kokoh oleh para politikus dan pebisnis yang memilliki paham bahwa perusahaan rokok merupakan pohon uang untuk Negara kita.
Tetapi tetap perlu disadari, bahwa rokok merupakan penyebab kematian tertinggi menurut catatan dibeberapa rumah sakit besar di Indonesia. Jadi, percuma saja meskipun devisa dari rokok begitu tinggi tapi biaya yang digunakan untuk penyediaan fasilitas dan bantuan bagi orang-orang yang terkena penyakit akibat rokok lebih tinggi. Jadi, kita memang harus tetap memerangi rokok meskipun pemerintah sangat mustahil untuk melarang pabrik beroperasi.
Saudara-saudara yang sama berbahagia,
Agama atau kepercayaan apapun pasti melarang umatnya untuk mengkonsumsi hal-hal yang merugikan, apalagi mampu membuat ketergantungan atau kecanduan dan rokok masuk salah satunya. Sangat disayangkan jika sampai aada orang-orang yang sudah mengetahui kandungan dan akibat yang akan diterima bila mengkonsumsi rokok tetapi masih tetap ingin mencoba.
Sebenarnya tidak sulit untuk meninggalkan kebiasaan merokok yang telah menjalar sebagai rutinitas dekehidupan seseorang. Hanya butuh modalberupa niat yang tinggi dan serius untuk berhenti, support dari banyak pihak dan kepercayaan diri meskipun tak bias meninggalkan sekaligus, tetapi yakin dan percaya tak butuh waktu lama untuk mencapainya. Jadi ,dapat disimpulkan bahwa rokok merupakan kegiatan bodoh yang dilakukan oleh umat manusia dan bagi kita yang belum terpengaruh tetaplah perangi rokok.
Demikian yang dapat saya sampaikan semoga memberikan gambaran dan dijadikan pertimbangan kedepannya. Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan dan saya ucapkan terimakasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar