Malam gelap gulita mencekam
Tumpukan batu, larva panasnya gunug berapi dating bergiliran
Tanah kering pecah dan tandus ditumbuhi duri-duri
Ngeri untuk dibayangkan
Berjalannya waktu
Memulai bermunculannya setitik cahaya rembulan
Hujan gerimis, angin tenang tanpa halilintarpun menyertai
Menjatuhkan kesucian
Sinar, gadis kecil itu
Hidup dan pengorbananmu, pintu amal kau buka
Baginya yang bijaksana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar