TIKUS TELADAN PARA KORUPTOR
Bagian I
Di panggung tertata rapi sebuah ruang makan dengan meja makan yang agak usang serta lemari makanan yang sudah terlihat rapuh, seorang ibu sedang duduk di salah satu kursi makan tersebut sedang memegang piring kosong.
Ibu : Di mana lagi sa bisa melamar pekerjaan di’? Sudah seluruh pelosok kotami sa telusuri, tapi tida ada satu pun yang terima lamaranku. Uang memang berharga sekali, tidak heran kenapa sulit sekali dapat uang.
Berjalan ke lemari dan membuka, melihat isi dalam lemari. Lalu kembali duduk
Ibu : Tidak ada kasian sedikit saja makanan yang terlihat di rumah ini. Bayangkan saja, uang sudah pas-pasan untuk beli makanan dua porsi,saya dengan anaku. Tapi ada juga pencuri yang ikut minta berbagi. Saya ingin sekali rasanya buat tempat persembunyian makanan yang lebih layak, tapi itumi uang tidak sampai ke situ.
Criiiicit..criiicit…criccccit…..
Ibu : Wah, rupanya ko datang lagi. Dasar pencuri tidak tau diri, kenapa tidak pergi mencuri di rumahnya orang kayakah? Tidak ada kasian makananku biar secuil. Ini pencuri seandainya ko itu orang, sudah lamami sa jebloskan ko di penjara, tapi kamu hanya seekor tikus bella. Pantas kasian ko sering masuk Tv kalau lagi ada berita korupsi pasti ada mukamu yamg terpampang. Sa tidak mengerti bela.
Ibu memasang muka kaget, lalu seakan-akan anaknya masuk
Ibu : Eh kamu Gung datangmiko nak? Cepatnyami ko pulang, ko tidak bolosji itu?
Pause, menjadi anak
Anak : Bisanya sa bolos ma. Ada yang meninggal kasian keluarganya kepala sekolahku, guru- guruku da pergi semua melayat makanya siswanya dikasi pulang.
Pause, menjadi ibu tua
Ibu : Iyokah kasian. Eh sa belum memasak ini, jangan dulu ko minta makanna? Ada sebenarnya sisanya tadi malam sa sudah panasi tadi pagi tapi duluan itu tikus yang dapat. Sabar-sabar ko duluna?
Pause, menjadi anak
Anak : Betul-betul itu tikus di ma, sudah berapa kalimi kasian kena perangkap tapi belum kapok-kapok juga da datang mencuri. Da bilang ibu guruku itu tikus ada keistimewaanya tawwa. Itu tikus biar pencuri tapi sifatnya dengan tekniknya dijadikan teladan dengan para pejabat negeri. Maksudnya banyak pejabat ikut-ikut sifatnya tikus da suka juga curi-curi barangnya orang biar yang pas-pasan kaya kita kasian da curi juga.
Pause, menjadi ibu tua
Ibu : Iyokah? Tapi betul juga tawwa itu da bilang ibu gurumu. Eh ko pergimi dulu ganti bajumu. Sa mau pi dulu di rumahnya nenemu.
Pause, menjadi anak
Anak : Iyodi. Kita hati-hati palena mama. (seakan-akan masuk ke pintu panggung)
Pause, menjadi ibu tua
Ibu : Sa pergi dulu pinjam berasnya mamaku deh, semoga da kasiji saya. (masuk ke pintu panggung yang lain)
Bagian II
Di ruang tamu mama dari ibu Agung. Mereka duduk berhadapan di kursi yang sudah usang berceloteh tanpa beban, dengan gaya duduk yang kurang sopan menaikkan kedua kaki mereka masing-masing.
Ibu : Ma, sa pusing mi ini semenjak tida adami suamiku sa setengah mati mi, mau makan saja susah. Sa cape kasian kesana kemari cari pekerjaan tapi tidak ada sa dapat. Ini hari lagi biar dua biji tida adami berasku. Sa datang ini sa mau pinjam berasta mama. Kita mauji?
Pause, menjadi mama
Mama : Iyo ambil saja, sa mauto. Tapi itu beras ko cuci bae-bae. Bagaimana kaya habis ada tikus yang korek-korek ada sa lihat tainya di beras tadi pagi.
Pause, menjadi ibu
Ibu : Astaga… adakah juga tikus disini? Sa kira di rumahkuji yang banyak tikus, padahal di sini juga pale. Betul-betul itu tikus kurang ajar kasian. Mentang-mentang da dijadikan teladan sama kebanyakan para pejabat negeri da merajalelami juga.
Pause, menjadi mama
Mama ; Apa maksudmu? (dengan muka bingung)
Pause, menjadi ibu
Ibu : Kita pernahji nonton beritanya koruptor kah, itu pejabat pemerintahan yang suka sepe-sepe* uangnya rakyat, pasti kasian da mukanya tikus dipampang. Karena itumi yang sa bilang tadi. Sifatnya koruptor dengan tikus hampir sama, bagaimana tida sama ternyata da bilang ibu gurunya Agung itu koruptor da pergi contoh sifat dan caranya tikus mencuri.
Pause, menjadi mama
Mama : Ada-ada saja.
Pause, menjadi ibu
Ibu : Kenapa ada-ada saja, memang begitu. Lagi panas-panas hae sekarang pencurian terang-terangan. Maksudnya korupsi, eh kita taujika apa itu korupsi? Itu korupsi to samaji dengan mencuri. Mama sa pinjam dulu berastana? Kita ambilkan saja saya 1 liter untuk dengan malamnya.
Pause, menjadi mama
Mama : Iyoji, eh sa masih penasaran ini, kenapa pale itu sa nonton berita da belum-belum juga dipenjara para koruptor padahal sudah jelas-jelasmi da mencuri. Sudah terbukti tapi tiba-tiba berubah lagi. Atau gara-gara da bayar saja polisi. Enaknyami kalau begitu biar kita pi mencuri sesering mungkin kita tidak dipenjaraji yang penting ada uangta untuk bayar polisi.
Pause, menjadi ibu
Ibu : Iyo da bayar katanya polisi. Makanya nanti sa mau suruh Agung da jadi polisi biar banyak uangnya. Belum gajinya yang sudah berjuta-juta ditambah lagi bayaran kalau ada yang dipenjara tapi tida mau dipenjara. Huh sa kayami nanti. Manami beras?
Pause menjadi mama
Mama : Marimi, (sambil masuk seakan-akan bersama-sama ke pintu panggung) ko ambilmi sendiri.
*menyelipkan(Bahasa Bugis)
Selesai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar