Pandangan Kedokteran Di Barat terhadap Reinkarnasi
Konsep reinkarnasi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan kebudayaan Timur. Reinkarnasi telah mempengaruhi kebudayaan masyarakat China. Ia didiskusikan oleh kalangan cendekiawan dan telah tertanam dalam perasaan dan emosi dari orang-orang China. Kepercayaan ini tercermin dalam watak, kebiasaan, cara pandang, dan berinteraksi di kalangan mereka dalam hal hubungan, keyakinan seseorang, dan kebijaksanaan filosofi dan kepercayaan.
Yang paling mengejutkan bahwa di Amerika Utara, di mana konsep kehidupan banyak dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan, dan reinkarnasi bukanlah sesuatu hal yang dibicarakan secara umum di masyarakat, penelitian kedokteran tentang adanya reinkarnasi telah banyak dilakukan. Di belahan bumi Barat, ia telah luas diterima di kalangan perguruan tinggi dan organisasi setempat untuk mengadakan riset parapsikologi.
Sekarang ini ada 5 perguruan tinggi yang mempelajari masalah paranormal yaitu: Princeton University (USA), University of Edinburg (Inggris), University of Amsterdam (Belanda), University of Freiburg (Jerman) dan University of Virginia (USA). Banyak mahasiswa telah mendapatkan gelar Ph.D. melalui penelitian mereka tentang paranormal, dan akademik menghadapi riset fisik yang selalu berubah-ubah. Para peneliti menemukan sejumlah bukti bahwa reinkarnasi bukanlah sesuatu yang takhayul dan telah dibuktikan secara ilmiah bahwa reinkarnasi ada di kehidupan manusia. Jadi, cara berpikir orang-orang telah berubah dan mulai dapat menerima lebih mudah akan kebenaran-kebenaran itu yang mana tidak dapat dilihat dengan kasat mata atau dirasakan dengan perasaan manusia.
Studi mengenai reinkarnasi adalah sebuah riset kedokteran/parapsikologi yang menggunakan metode yang tidak lazim. Penelitian ini tidak mempunyai formula teori, walaupun teori-teori akan muncul pada saat melakukan studi. Contoh yang sudah pasti dipilih daripada contoh yang acak, dan ukuran contoh biasanya relatif agak kecil. Hasilnya sebagian besar ditampilkan dengan kata-kata yang menegaskan pengertian dari contoh kasus yang diambil. Ini bahwasannya, pengaruh subjektivitas studi dan karakter dari kesadaran peneliti akan sangat banyak mempengaruhi pengumpulan dan pengolahan data. Dari usaha penelitian kita dapat dibagi menjadi dua kategori. Kategori pertama adalah anak-anak yang masih mengingat kehidupan masa lalu mereka, dan kedua adalah pasien yang mempunyai kehidupan masa lalu yang dipanggil melalui hipnotis dengan terapi kilas balik.
Ian Stevenson, M.D., seorang profesor peneliti dari University of Virginia, Departemen Kejiwaan, Divisi Bagian Kepribadian (DOPS), ia adalah kepala penelitian masalah reinkarnasi. Penelitian DOPS ini dapat dimungkinkan karena adanya sumbangan dari Eminent Scholars Chair (semacam perkumpulan mahasiswa yang ulung) dan sejumlah besar warisan tanah dari Priscilla Woolfan. DOPS menyatakan "tujuan utama penyelidikan secara ilmiah atas fenomena yang disarankan, asumsi dan teori yang dapat diterima oleh ilmu pengetahuan tentang sifat dasar dari pikiran ataupun kesadaran, dan hubungannya dengan materi yang mungkin salah."
Usaha penelitian Dr. Ian Stevenson terpusat pada bukti ilmu pengetahuan atas kejadian parapsikologi, seperti reinkarnasi. Ia telah melakukan perjalanan ke segala penjuru dunia selama lebih dari tiga puluh tujuh tahun untuk menyelidiki, mencatat, mengumpulkan, menguji, dan mencocokkan orang-orang, terutama anak-anak, yang mengingat "kehidupan masa lalu, dan yang mempunyai tanda lahir atau cacat lahir yang dihubungkan dengan luka, biasanya fatal, pada orang yang mengingat kehidupan masa lalunya." Dr. Stevenson, sekarang berumur 80-an, telah mengumpulkan ribuan rekaman dari anak-anak berumur dari 2-7 tahun yang tinggal di Timur Tengah, Eropa, Asia dan Amerika.
Sangat mencengangkan, ditemukan bahwa ingatan akan kehidupan masa lalu akan memudar sekitar umur 7 tahun. Anak-anak akan berbicara secara langsung tentang kehidupan masa lalunya, ingin pulang kembali ke "rumah," rindu sebagai ibu dan suami dari kehidupan yang lain, dan sering ditunjukkan dengan adanya tanda ketakutan yang tidak biasanya dalam keluarga yang sekarang atau yang tidak dapat dijelaskan oleh kehidupannya sekarang. Sebagai tambahan, mereka mengetahui sesuatu hal di mana mereka tidak dapat belajar atau mendengar dari kehidupannya sekarang. Yang sangat menakjubkan, pernyataan anak-anak dapat dibuktikan dengan kehidupan nyata atau kejadian kematian dalam banyak kasus.
Dr. Stevenson menulis, "Sering, anak-anak ini berbicara tentang orang-orang dan kejadian-kejadian dari kehidupan sebelumnya, bukan kehidupan yang samar-samar dari abad yang lalu, akan tetapi kehidupan yang jelas, individu yang dapat dikenali, yang kadang-kadang tidak seluruhnya diketahui oleh keluarganya dan tinggal di kota yang berbeda atau tempat yang berbeda atau tinggal di negara yang lain." Biar pun, beberapa anak juga kelihatannya mengingat kehidupan sebelumnya yang terjadi pada dasawarsa yang lalu, yang paling mencengangkan, ia menemukan anak-anak yang dapat berbicara bahasa asing.
Dr. Stevenson juga menerbitkan sejumlah buku yang mana dia mencatat banyak penemuan yang menarik, seperti: Children Who Remember Previous Lives: A Question of Reincarnation, Reincarnation and Biology: A Contribution to the Etiology of Birthmarks and Birth Defects, Where Reincarnation and Biology Intersect, and Cases of the Reincarnation Type; Vol I (India), II (Sri Lanka), III (Lebanon dan Turki) dan IV (Thailand dan Birma).
Dr. Stevenson melaporkan ada lebih dari 200 kasus. Digambarkan dengan detail kematian anak-anak pada kehidupan sebelumnya, seperti terbunuh oleh suatu benda tajam. "Tanda lahir sering dihubungkan dengan luka atau tanda-tanda yang lain pada kematian seseorang yang hidup yang diingat oleh anak-anak." Ia juga dapat menemukan hubungannya dari laporan visum kedokteran dan dapat juga membuktikan ketelitian dari masing-masing ingatan anak.
Tipe penelitian yang lain, seperti disebutkan sebelumnya adalah berdasarkan atas setiap orang yang dihipnotis oleh seorang psikoterapi, untuk memanggil ingatan pada kehidupan sebelumnya. Sebenarnya, "hipnotis" tidak menggambarkan proses untuk memanggil kehidupan sebelumnya. Pada kenyataannya menggunakan teknik yang lebih maju yang disebut "Terapi Kilas Balik Kehidupan Masa Lalu (PRL)." Di bawah pengaruh PRL pasien tidak tertidur dan gelombang otaknya berbeda dari kondisi tidur. Lebih jauh, berkenaan dengan gelombang otak, beberapa psikoterapi dapat menyebabkan pasien berada pada tingkat kesadaran yang berbeda daripada kondisi hipnotis tradisional. Kondisi ini lebih dapat disamakan pada kondisi hening yang dicapai melalui suatu kultivasi. Telah diketahui bahwa dalam kondisi kesadaran yang terpusat, pasien dapat melakukan kontak dengan kesadaran yang lebih dalam. Mereka kemudian dapat masuk ke masa lalu, sementara kesadaran sekarang ini masih aktif.
Memang PRL masih sangat kontroversial dan mendapat kecaman yang keras dari sejumlah ilmuwan. Namun demikian, David Quigley menemukan di riset ilmiah dan percobaan dengan PRL ada "sejumlah besar data yang akan membuktikan kepada ilmuwan bahwa banyak ingatan "kehidupan masa lalu" berdasarkan dari kisah nyata sejarah. Kemudian dia mengutip hasil riset dari Helen Wambach (Reliving Past Lives), Marge Riedes Mison ke Marlboro dan 30 kasus reinkarnasi milik Ian Stevenson. Dia berkata, "Siapa saja yang masih tidak mengakui ini, pada kenyataannya, mereka terperangkap dalam 'ajaran' yang tidak irasional, dapat disamakan dengan kepercayaan para "sarjana" gereja di abad ke-16 yang tetap pada kepercayaannya bahwa bumi sebagai pusat sistem tata surya."
Dr. Brian Weiss, M.D., seorang psikoterapi tradisional, lulusan Universitas Columbia dan Yale Medical School dan Kepala Psikiatri Emeritus di Mount Sinai Medical Center di Miami, adalah orang yang paling terkenal menggunakan PRL. Setelah lulus dari Yale, dia mengajar di Universitas Pittsburgh dan Universitas Miami. Diumurnya yang kedelapan puluh, saat dia menjadi Kepala Psikiatri Emeritus, ia telah menerbitkan kurang lebih 40-an makalah. Sebagai seorang yang terpelajar, dia tidak terlalu ambil perhatian terhadap parapsikologi. Awalnya dia tidak mempunyai pengetahuan sama sekali, dan tidak tertarik dengan reinkarnasi.
Belakangan Dr. Weiss mulai tertarik masalah tersebut. Buku pertamanya yang membahas masalah reinkarnasi Many Lives, Many Masters terjual sebanyak dua juta kopi, dan telah diterjemahkan ke lebih dua puluh bahasa. Ringkasan buku itu menyatakan, "Psikiatri dan metafisika berpadu bersama dalam orang yang berpegang teguh pada pendekatan secara klinis terhadap psikiatri, susah untuk dapat mengakui adanya terapi terhadap kehidupan masa lalu pada saat menghipnotis seorang pasien dan mendadak ia mengungkapkan kehidupan masa sebelumnya memperkenalkan arwahnya yang telah menerapi jiwanya di antara kehidupan."
2.2 Pandangan ilmu pengetahuan terkini (medis dan fisika kuantum) terhadap Reinkarnasi
Saat tubuh fisik mati, ia akan terurai kembali menjadi partikel. Tapi jiwa/roh kita yang berbentuk medan energi tak ikut mati. Karena energi tak bisa mati. Ada hukum fisika tentang kekekalan energi,bahwa energi tak bisa dimusnahkan hanya berubah bentuk. Nah saat orang meninggal kemana energinya? Kita nggak bisa melihat energi orang yang baru meninggal karena sub-sub atomnya berputar sangat cepat diluar jangkauan mata. Tapi medan energi itu tetap ada berbentuk potensi.
Kelahiran kembali baru akan terjadi kalau medan energi ini telah mendapatkan stimulus-stimulus yang sesuai dan dibutuhkannya. Apa sih stimulus-stimulusnya? yaitu berupa frekwensi frekwensi yang seirama yang sesuai dengan yang dimilikinya. Dan ini ada hubungannya dengan kehidupan sebelumnya. Misalnya seseorang yang semasa kehidupan sebelumnya mempelajari musik maka dia akan "memilih" terlahir di keluarga pemusik. Atau bila ia sebelumnya banyak berbuat kejahatan maka ia akan "memilih" lahir di keluarga penjahat. Karena memang stimulus-stimulus yang mirip dengannya didapatkan disana. Tapi tetap ada pengecualian. Misalnya seseorang pemilik medan energi berkualitas tinggi bisa memilih lahir di dalam keluarga yang kualitas medan energinya rendah. Biasanya karena ada keterikatan khusus dengan keluarga tersebut dalam beberapa reinkarnasi sebelumnya. Atau keinginan untuk membantu keluarga tersebut.
Para nabi adalah contoh konkrit bagaimana seseorang yang medan energinya berkualitas tinggi rela dilahirkan kembali sebagai manusia dengan misi mulia yaitu menolong sesamanya. Dan sepanjang sejarah bila pada satu kaum terjadi kemerosotan moral dan kualitas hidup, maka pada kaum itu akan lahir seseorang yang akan memperbaiki derajat dan kualitas kaum tersebut.
Dan disini kita melihat bahwa kelahiran adalah pilihan. Itulah esensi terpentingnya. Artinya kita memilih berdasarkan kehidupan lalu kita dan stimulus-stimulus yang kita butuhkan. Artinya lagi apa? Artinya bahwa kita telah memilih di keluarga mana kita lahir. Kita telah memilih ingin dilahirkan oleh siapa. Kita telah memilih orang tua kita. Kita telah memilih tubuh yang sedang kita pakai ini sebagai kendaraan kita di dunia fisik. Maknanya apa? Maknanya adalah pasti ada suatu misi khusus yang harus kita tuntaskan di sini. Rasanya nggak mungkin Tuhan membuat kita terlahir disini tanpa tujuan. Banyak yang berpendapat bahwa tujuan kita hidup di dunia hanya untuk menyembah Tuhan. Lah emangnya Tuhan butuh untuk di sembah? Inilah yang harus kita cari tahu. Mengapa kita memilih terlahir di sini,di keluarga ini.
Pastinya setiap orang punya misi yang berbeda-beda. tapi ada satu tujuan yang sama yaitu bagaimana terbebas dari siklus kelahiran kembali. Sehingga kita benar-benar bisa kembali kepada-Nya. Sang pencipta kita. Seperti yang telah diungkap oleh semua agama. Semua itu hanya bisa tercapai bila tingkat kesadaran, awareness kita telah mencapai puncaknya. Telah sampai pada maqom (tingkat, perhentian) yang paling atas. Sementara kita sekarang masih bermain-main pada maqom-maqom tingkat rendah. Untuk itulah kita harus terus dilahirkan kembali ke dunia fisik. Karena roh kita memerlukan tubuh sebagai kendaraan untuk meningkatkan kesadaran. Apa yang salah dengan binatang? Mereka hanya mengambil dari alam sesuai kebutuhannya, bukan keinginan atau keserakahannya. Di dunia binatang tidak ada korupsi seperti di Indonesia. Mereka melakukan hubungan seks hanya untuk melahirkan keturunan. Di dunia mereka tidak ada pelacuran. Mereka mengorbankan dirinya untuk gizi dan kesehatan manusia. Juga untuk upacara korban bagi keselamatan manusia, di dalam agama Yahudi, Hindu dan Islam.
Tetapi reinkarnasi adalah suatu yang serius. Ia menjadi ajaran pokok dari agama-agama Timur, seperti Hindu, Buddha, Jain dan lain-lainnya. Di luar itu, ada orang-orang atas nama pribadi atau organisasi yang percaya pada reinkarnasi. Survei-survei yang dilakukan di Eropa dan AS menujukkan jumlah cukup besar, sampai seperempat orang di sana percaya pada reinkarnasi.
Di AS, sesuai dengan semangat ilmiah mereka, reinkarnasi juga diselidiki secara metode ilmu pengetahuan, melalui wawancara dengan orang yang menyatakan mengingat masa lalunya, khususnya anak anak kecil dan keluarga mereka, verifikasi data lewat dokumen-dokuman, analisis dan kesimpulan. Juga penelitian atas tanda lahir dan cacat bawaan. Hal ini dipelopori oleh Dr Ian Stevenson, ketua Departmen Psikiatri dan Direktur Divisi Studi-Studi Perseptual di Universitas Virginia. Cara lain untuk membuktikan reinkarnasi adalah melalui regresi, di mana orang dalam keadaan terhipnotis diminta untuk melihat dan menceritakan kehidupan sebelumnya. Hal ini dilakukan oleh psikolog atau psikiater dalam praktek terbuka. Reinkarnasi juga menjadi subyek banyak film. Salah satunya yang menggarap topik ini secara serius ke dalam film musikal yang menarik untuk ditonton berjudul ”On A Clear Day You Will See Who You Are” dibintangi oleh Barbara Streisand.
Tetapi banyak juga yang menolak reinkarnasi, karena alasan dogma. Misalnya Prof Louis Leahy Guru Besar filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta. Dalam bukunya ”Misteri Kematian,” dia mengatakan reinkarnasi adalah pemecahan semu. Bila manusia terus lahir kembali, berputar seperti roda, kapan ia akan mencapai pembebasan, kapan ia bertemu Tuhan?
Louis Leahy mengeritik metode regresi tetapi tidak bicara apa-apa tentang karya Dr Ian Stevenson, yang telah mengumpulkan lebih dari 3000 kasus reinkarnasi dari seluruh dunia, dan telah dibukukan dalam 4 volume, diterbitkan oleh Universitas Virginia, AS.
Bagi Louis Leahy, dan orang-orang yang seiman dengannya, pemecahan yang sejati adalah kebangkitan tubuh. Tetapi banyak orang dari keyakinan formal yang sama tidak percaya kepada kebangkitan tubuh. Misalnya Nation of Islam, organisasi Islam dari orang-orang keturunan Afrika-Amerika, dan the Phitsburg Platform, satu organisasi reformasi Yahudi, mereka percaya kepada kebangkitan jiwa. Dogma kebangkitan tubuh tampak terlalu vulgar dan menghina akal.
S. Radhakrishnan, menjawab para pengritik reinkarnasi sbb: ”Kelahiran kembali bukan satu pengulangan kekal yang tidak mengarah ke mana-mana, tetapi suatu gerakan manusia (yang masih bersifat) binatang kepada manusia yang (bersifat) dewata, suatu awal unik kepada satu akhir unik, dari hidup liar di rimba raya kepada suatu masa depan di ”Dunia Jiwa Yang Tak Terlahirkan” (Moksa).”
Reinkarnasi bukan dogma, tetapi ajaran yang rasional. Lebih dari itu ia juga merupakan pengalaman bagi banyak orang dan dapat diteliti secara ilimiah. Karena itu daya tariknya sangat tinggi bagi manusia yang telah dewasa secara spiritualitas dan tetap bersandar pada akalnya.
2.3 Bukti adanya Kehidupan Masa Lalu (Reinkarnasi)
Beberapa bukti ilmiah tentang adanya reinkarnasi telah diungkapkan oleh beberapa peneliti dengan berbagai metode pendekatan ilmiah. Beberapa buku seperti Children Past Lives, Twenty Cases Suggestive of Reincarnation, Where Reincarnation and Biologiy Intersect, memperkenalkan hasil penelitian Dr. Ian Stevenson, dari Universitas Virginia, Amerika, tentang bukti-bukti yang berhubungan dengan adanya kehidupan masa lalu dan reinkarnasi. Demikian juga website diinternet tentang reinkarnasi sangat banyak dijumpai yang menyediakan informasi tentang kehidupan masa lalu dan reinkarnasi. Reinkarnasi dalam pengertian hukum positif sulit dibuktikan sebagai suatu kenyataan ingatan kehidupan masa lalu, karena kemampuan daya ingat otak manusia sangat terbatas.
Namun dalam keadaan tertentu, tanpa disadari atau terjadi perubahan kesadaran maka ingatan dibawah sadar tersebut akan muncul kepermukaan, dan dapat menguraikan dengan jelas tentang pengalaman-pengalaman pada kehidupan sebelumnya. Buku buku diatas telah mencatat kasus kasus kehidupan masa lalu seseorang, terutama pada anak-anak dibawah tiga tahun. Dalam keadaan terhipnotis dimana kesadarannya menurun namun dapat mengungkapkan secara terperinci pengalaman-pengalaman kehidupan masa lalunya. Kemudian cerita yang diungkapkan tersebut dilakukan cross check dengan menelusuri, nama tempat tahun atau alibi-alibi lainnya, ternyata banyak benarnya. Ian Stevenson telah meneliti lebih dari dua ribuan anak dari berbagai belahan dunia.
Salah satu kasus yang paling bagus pembuktian kebenarannya yaitu seorang gadis muda dari India bernama Shanti Devi, yang tinggal di Delhi (lahir tahun 1926) yang pada umur tiga tahun mulai mengingat dan bercerita tentang hal-hal dari kehidupan masa lalu di kota Muttra yang jauhnya delapan puluh mil. Dia mengatakan bahwa dia telah menikahi seorang saudagar kain, melahirkan seorang anak laki-laki dan meninggal dunia sepuluh tahun kemudian, dan banyak pernyataan yang diceritakan secara detail tentang kehidupan masa lalunya sampai ia berumur 9 tahun. Pernyataan-pernyataan itu direkam. Suatu komisi dibentuk untuk merencanakan dan menyaksikan kunjungannya ke Muttra, tempat keluarga yang sering disebut oleh Shanti Devi, dan menyaksikan bahwa ia benar-benar mengenali sanak saudaranya yang lain dimasa lalu, mengetahui dengan detail jalan kerumahnya yang dahulu dikenalinya, dan bahkan mengungkapkan bahwa ada uang yang disembunyikannya di dalam rumah tersebut. Tempat persembunyiannya ditemukan dan bekas suaminya mengakui dia telah memindahkan uang tersebut. Jadi apa yang diceritakan oleh Shanti Devi itu memang benar-benar nyata. Demikian juga cacat fisik, tanda lahir yang terjadi sangat berhubungan kehidupan masa launya. Demikian juga kelainan-kelainan keperibadian sebagai contoh, seseorang sangat takut dengan air sungai, ternyata pada kehidupan masa lalunya orang tersebut meninggal karena tenggelam. Demikian juga dengan penyakit-penyakit yang diderita saat ini tidak lepas dari karma pada kehidupan yang lalu.
Dalam Garuda Purana dan Padma Purana memberikan penjelasan yang sangat rinci tentang hal tersebut seperti, seorang penderita epilepsi dikatakan pada pada kehidupan yang lalu ia adalah seorang yang perkasa, kuat, tetapi kekuatannya tersebut digunakan untuk mencederai orang lain sehingga ia diberikan badan epilepsi. Demikian juga dengan penyakit kusta, penyakit paru-paru, dan sebagainya diungkapkan dengan jelas dalam purana tersebut. Walaupun secara ilmu kedokteran modern telah menemukan patogenesis penyakit sampai pada biomolekuler, diketahui terjadi mutasi pada kromosom tertentu sehingga menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik atau terjadinya penyakit. Telah dibuatkan peta kelainan kromosom tersebut secara rinci, namun pertanyaan yang mendasar yang tidak akan pernah dijawab adalah ; siapakah yang melakukan mutasi tersebut, kenapa hanya pada orang-orang tertentu saja terjadi mutasi tersebut?. Kita serahkan jawabannya kepada The Grand Designer, Omnipower, Omniscient, Personalitas Tuhan.
Banyak lagi ilmuwan barat yang telah membuktikan melalui pengamatan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah adanya kehidupan setelah kematian. Raymond A Moody adalah salah satu diantara banyak ilmuwan yang tekun meneliti reinkarnasi dalam bukunya yang berjudul ” Life After Life”. Buku tersebut menceritakan banyak pengalaman seseorang pada saat menjelang kematian (near-death experience).
Richard Webster telah menyusun suatu pedoman untuk mengetahui adalanya ingatan kehidupan masa lalu (past-life memories) yang cukup akurat digunakan. Ada bermacam-macam metode digunakan untuk mengetahui adalah past-life memories, seperti contoh dibawah ini :
2.3.1 Ingatan Yang Bersifat Spontan.
Khususnya anak-anak dibawah 3 tahun, ingatan muncul begitu saja tanpa diketahui asal-usulnya. Beberapa orang menggambarkan proses tersebut sebagai mimpi berjalan. Bayang-bayang dan suasana dapat muncul dalam ingatan dan subyeknya, kadangkala dapat merasakan bahwa mereka sendiri adalah bagian dari ingatan tersebut. Meskipun sering kali mereka melaporkan suatu perasaan yang berbeda dalam kenangan tersebut dari diri mereka sendiri.
2.3.2 Ingatan Yang Dipicu (Triggered recall)
Ingatan dialami dengan cara yang sama seperti diatas, namun dipicu oleh suatu peristiwa. Peristiwa tersebut bisa apa saja yang tampaknya mengingatkan seseorang akan sesuatu bagian yang penting dari ingatannya itu – contohnya bau yang khusus, penglihatan akan suatu obyek, suara ribut, mendengar sebuah kata atau kalimat yang khusus, rasa atau berada dalam suatu keadaan fisik yang khusus. Hal-hal tersebut dapat mengingatkan seseorang akan pengalaman masa lalu diluar kehidupan saat ini.
2.3.3 Melalui Mimpi.
Seseorang sering kali mendapatkan mimpi berulang-ulang yang sama sekali tidak tampak seperti jenis mimpi biasa, atau bermimpi yang diluar pengalaman hidupnya saat ini, dan kadang mimpi itu berkelanjutan. Mimpi adalah munculnya ingatan-ingatan kehidupan masa lalu dari bawah sadar.
2.3.4 Hipnosis
Hipnotis telah digunakan selama beberapa dekade sebagai suatu alat untuk mencoba menemukan ingatan-ingatan kehidupan di masa lalu atau pengalaman diluar badan. Meskipun metode hipnotis telah mulai dikembangakan sejak sekurang-kurangnya 150 tahun, namun sedikit yang dipahami tentang proses aktual dimana orang dapat dihipnotis. Pengaruh hipnotis menyebabkan subyeknya berada dalam suatu suasana tidak sadarkan diri. Keuntungan dari metode ini sedikit demi sedikit mengumpulkan ingatan-ingatan yang jauh ini, yakni bahwa pikiran dari subyek tersebut dapat dibuat terfokus dengan tajam dalam keadaan tidak sadarkan diri. Hipnotis digunakan untuk bermacam-macam tujuan seperti untuk menyidik suatu peristiwa dengan sedikit demi sedikit mencoba mengumpulkan potongan-potongan informasi.
2.3.5 Meditasi Yang Mendalam.
Menditasi yang mendalam dikatakan dapat memberikan ingatan-ingatan yang bersifat spontan kepada subyeknya yang tampaknya berasal dari kehidupan-kehidupan masa lalu. Sekali mencapai keadaan meditasi yang mendalam, dampaknya sama seperti dihipnotis, terkecuali bahwa tidak adanya pengaruh eksternal yang kuat terhadap subyeknya. Setelah mengatakan hal ini, orang-orang yang mengalami kilas-balik sehubungan dengan kehidupan masa lalu atau ingatan-ingatan yang bersifat sebentar sering kali mendapatkan permulaan yang bagus di bidang ini, dan dapat memperoleh hasilnya dengan cepat jika mereka tekun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar